Langsung ke konten utama

SALAH FAHAM

*BAHAYANYA SALAH FAHAM TERHADAP QAUL ULAMA*

Oleh : Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar

🌿Imam Abu Hanifah berkata,

هذا رأيي وهذا أحسن ما رأيت، فمن جاء برأي أحسن منه قبلناه.

"Inilah pendapatku, dan inilah yg paling baik menurut penilaianku. Kalau ada orang lain menyampaikan pendapat yg lebih baik daripada pendapatku, kami akan menerimanya."

🌿Imam Malik berkata,

إنما أنا بشر أصيب وأخطىء، فأعرضوا قولي على الكتاب والسنة

"Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia biasa (bukan Nabi) yg bisa benar dan bisa pula salah. Oleh karena itu bantahlah pendapatku atas dasar Quran dan Sunnah."

🌿Imam Asy-Syaafi'iy berkata,

إذا صح الحديث فاضربوا بقولي الحائط، فإذا رأيت الحجة موضوعة علي الطريق فهو فولي.

"Jika telah shahih suatu hadits, maka lemparkan perkataanku ke dinding, dan apabila kamu melihat suatu hujjah didasarkan atas jalan yg benar, maka itulah pendapatku."

🌿Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata,

لا تقلدني ولا تقلدوا مالكا ولا الشافعي ولا الثوري، وتعلموا كما تعلمنا، من قلة علم الرجل أن يقلد دينه الرجال..

"Janganlah kalian bertaqlid padaku, jangan pula taqlid pada Malik, Asy-Syaafi'iy, Ats-Tsauriy! teruskanlah kalian belajar sebagaimana kami pun belajar. Diantara tanda sedikitnya ilmu seseorang ialah menaqlidkan pemahaman agamanya pada orang lain... "

🌿Orang awam mengira kalau aqwaal di atas semua ditujukan untuk mereka..
Padahal aqwaal di atas ditujukan pada para 'Aalim, para ulama dan penuntut ilmu yg faham dalil dan pendalilan...

🌿Hingga banyak orang awam suudzhdzhan pada para ulama, suudzhdzhan pada Madzaahib arba'ah (Madzhab fiqh yg 4) seakan² mereka tidak berpijak pada dalil dan tidak mengikuti sunnah...

🌿Hingga banyak orang awam tak faham Nushush, baik dari Quran maupun Sunnah, mengambil secara dzhahir, tanpa ilmu dan serampangan, kemudian menyalahkan secara membabi buta tanpa hujjah yg benar dan dalil yg terang..

🌿Atau mereka secara serampangan menetapkan sesuatu tanpa kaidah yg benar...
Ini beberapa hal yg patut disayangkan. Padahal jika kita mengikuti Rasulullah shallaLlahu 'alayhi wasallam, maka beliau menyeru dgn ilmu dan bahkan semua Nabi menyeru di atas bashirah (ilmu), begitu pula yg mengikuti jalan mereka..

Allah berfirman,

ﻗُﻞْ ﻫَٰﺬِﻩِ ﺳَﺒِﻴﻠِﻲ ﺃَﺩْﻋُﻮ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﻋَﻠَﻰٰ ﺑَﺼِﻴﺮَﺓٍ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻌَﻨِﻲ ۖ ﻭَﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ

"Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." (Yusuf : 108)

Semoga Allah mengangkat kejahilan dari kita dan menyelamatkan kita darinya serta kaum muslimin... Aamiin

Wallahu a'lam wa waliyyut taufiiq

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perspektif Lain Mengenai Hukum Tukar Kado Anak Sekolah

Penanya: Ustadz, Apa Hukumnya tukar kado yang biasa dilakukan anak sekolah setiap akhir tahun ajaran? Jawaban: Bismillâh. Wash shalâtu wassalâmu 'alâ Rasûlillâhi, wa ba'du. Kita harus bedakan antara hadiah dan bai' (jual beli). Kalau hadiah itu, تمليك عين بلا عوض مع النقل إلى مكان الموهوب له إكراما “kepemilikan atas sesuatu 'ain (barang atau jasa) tanpa memberi ganti, beserta pindahnya 'ain yang dihadiahkan ke tangan orang yang diberi hadiah sebagai bentuk ikram (penghormatan/memuliakan).” [Al Mausû'ah al Kuwaitiyyah, 42/252] Dalam tukar menukar hadiah tak dipersyaratkan ijab qabul. Sementara jual beli dan hibah ada syarat ijab qabul. Imam an-Nawawi dalam Minhajnya mengatakan : وشرط الهبة إيجاب وقبول لفظا ولا يشترطان في الهدية “Disyaratkan ijab qabul secara lafazh dalam akad hibah namun tidak disyaratkan dalam hadiah” [Minhaj ath-Thalibin, 1/171] Sementara Jual beli itu, وشرعا مبادلة مال بطريق الاكتساب.  “(Jual beli) menurut syariat adalah mengganti harta dengan...

TAHSIN

*TAHSIN* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Cukup lama sekali saya menunggu hasil Imtihan terakhir dari Ma'had. Setahun lebih dari hari ujian bukanlah waktu sedikit. Sempat hampir kecewa memang. Karena perjuangan selama 5 tahun mengalahkan ego diri dan berkompetisi dgn ribuan orang itu sangat keras. Bayangkan, dari sekian banyak orang hanya 13 orang yg berhasil masuk kelas Gurunda Dr. KH. Saiful Islam Mubaarak., Lc., MA. Namun, apalah arti mengetahui hasil itu, pikir saya. Toh semua ilmu yg didapat jauh lebih berharga dari selembar kertas yg tertulis nilai disana... Maka Alhamdulillah Allah  obati hati saya dan tak memikirkan itu lagi. Beruntung saya disibukkan oleh hafalan Quran. Sehingga penantian itu tak begitu menyayat bagai sembilu. Suatu hari, di waktu yg tak pernah terpikirkan sebelumnya akan bertemu sohib Ma'had di salah satu Mesjid di Bandung, saya bertemu dengannya. ...

Hukum Menanam Ari-Ari dan Menyalakan Lilin di atasnya

Pertanyaan: Ahsanallahu ilaika Ustadz. Izin bertanya. Bagaimana hukumnya mengubur ari-ari bayi yang baru lahir dan menyalakan lilin di atasnya? Syukran jaziilan. Jawaban: Bismillah. Wash shalaatu wassalaamu 'alaa Rasuulillaah. Wa Ba'du, Dimaklumi bahwa sebagian besar masyarakat awam masih mengamalkan beberapa ritual setelah melahirkan. Diantaranya sebagaimana yang disebutkan penanya, yaitu menanam ari-ari dan menyalakan lilin atau lampu di atasnya. Mari kita perhatikan keterangan para ulama mengenainya. Syamsuddin ar-Ramli mengatakan, ويسن دفن ما انفصل من حي لم يمت حالا أو ممن شك في موته كيد سارق وظفر وشعر ودم نحو فصد إكراما لصاحبها "Dan dianjurkan mengubur apa-apa yang terpisah (anggota badan) dari yang masih hidup dan belum mati dengan segera, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, dan darah semisal dari bekam atau fashdu, guna menghormati pemiliknya." [Nihayatul Muhtaj, 2/494-495: Mesir] Dari keterangan Imam ar-Ramli...