DIAM SEJENAK
Oleh : Al Faqiir ila 'afwi Rabbihi Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar
Sering dada kita merasa sesak atas perlakuan tak mengenakkan dari sesama. Namun kalau kita mengingat kembali siapa kita ini? Pantaskah kita untuk selalu dimuliakan dan didukung? Dan apa tugas utama kita di dunia? maka semua perlakuan itu tak berpengaruh sedikitpun dan tak ada apa²nya.
Bahkan bagi sesiapa yang masih bisa menyelipkan senyum dan kemaafan maka surga baginya..
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎ ﻏَﻀِﺒُﻮﺍ ﻫُﻢْ ﻳَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ
… Dan apabila mereka marah segera memberi maaf. [asy-Syûrâ/42 : 37]
ﻭَﺍﻟْﻜَﺎﻇِﻤِﻴﻦَ ﺍﻟْﻐَﻴْﻆَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻓِﻴﻦَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ
…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. [Ali ‘Imrân/3 : 134].
ﻻَ ﺗَﻐْﻀَﺐْ ﻭَﻟَﻚَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔُ .
"Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (Ath Thabaraniy dalam Mu'jamul Awsath, shahih)
ﻣَﻦْ ﻛَﻈَﻢَ ﻏَﻴْﻈًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻗَﺎﺩِﺭٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﻨْﻔِﺬَﻩُ ﺩَﻋَﺎﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﺅُﻭْﺱِ ﺍﻟْﺨَﻼَﺋِﻖِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺨَﻴِّﺮَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ .
"Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai." (Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidziy, Ibnu Majah,).
Maka diamlah, menepilah sejenak sembari merenung! Sebagaimana Rasulullah menyuruh demikian..
ﺇِﺫَﺍ ﻏَﻀِﺐَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺴْﻜُﺖْ .
"Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (Al Bukhariy dalam Al Adabul Mufrad, Ahmad dalam Musnad-nya)
Apa yang hendak kau cari? Kepedihan yang kau buat sendiri, ataukah surga dari Allah yang kita cintai?
Sepahit dan sepedih apapun perlakuan mereka adalah ladang pahala bagi kita. Untuk meningkatkan derajat kita. Sekaligus menghapus dosa-dosa kita.
Tetap ingat kebaikannya, itu akan mengobati hatimu..
Mari tetap tersenyum, hitungan Allah tak pernah keliru dalam menilai semuanya...
Komentar
Posting Komentar