Langsung ke konten utama

Membaca Quran dan Dzikir tanpa Menggerakkan Lidah dan Bibir

Membaca Quran dan Dzikir dengan Hati Tapi Tak Menggerakkan Lidah dan Bibir

سؤال:

هل يُكتب أجر قراءة القرآن وذكر الله بالقلب بدون تحريك الشفتين؟

Apakah dituliskan pahala membaca Quran dan Dzikir pada Allah dengan hati tanpa menggerakkan bibir?

الجواب:

لا تسمى قراءة ما لم يتحرك اللسان والشفتان، وأما مجرد إمرار القرآن أو الذكر على القلب فإن هذا نوع تفكر وليس بقراءة، ولا يترتب عليه الأجر المُرتب على القراءة من ترتيب عشر حسنات لكل حرف من القرآن، ولا يتأدَّى ما جاء من الحث على الأذكار وما رُتب عليها على مجرد إمرارها على القلب، نعم، التفكر له أجرُه وله ثوابُه، ولكن الأجور المُرتبة على القراءة لا ينالها من أمرّ القراءة على قلبه فقط؛ لأنه لا يَصدق في حقه أنه قرأ، ولا يَصدق في حقه أنه ذَكَر، وإنما هو مجرد تفكر، وهو مأجور على ذلك، لكن غير أجر القراءة؛ لأن القراءة لا بد فيها من تحريك اللسان والشفتين.

Jawaban :
Tidak dinamakan membaca apa² jika lisan dan bibir tak bergerak. Adapun jika memperhatikan Quran atau sekedar berdzikir dalam hati maka ini jenis Tafakkur dan bukan membaca. Tak diganjar pahala baca yang bertingkat² dari tingkatan 10 kebaikan setiap hurufnya. Tidak dianggap memenuhi apa-apa dari motivasi yang datang dan janji ditingkatkan balasan pahalanya jika hanya sekedar di hati saja. Ya, Tafakkur memang berpahala dan akan dibalas, namun tak mendapatkan pahala baca yang bertingkat-tingkat jika hanya di hati saja. Karena ia tidak memenuhi haknya bahwasanya ia untuk dibaca. Tidak pula memenuhi bahwasanya ia itu untuk diucapkan. Ia hanya tafakkur (memikirkan), dan ia diberi pahala atas itu, tapi sekali lagi bukan pahala baca. Karena bacaan HARUSLAH MENGGERAKKAN LISAN DAN DUA BIBIR.

--Syaikh Abdul Karim Khudhair--
(salah satu Ahli Hadits dan Ulama Besar Saudi Arabia)

Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh:
✍🏻 _Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perspektif Lain Mengenai Hukum Tukar Kado Anak Sekolah

Penanya: Ustadz, Apa Hukumnya tukar kado yang biasa dilakukan anak sekolah setiap akhir tahun ajaran? Jawaban: Bismillâh. Wash shalâtu wassalâmu 'alâ Rasûlillâhi, wa ba'du. Kita harus bedakan antara hadiah dan bai' (jual beli). Kalau hadiah itu, تمليك عين بلا عوض مع النقل إلى مكان الموهوب له إكراما “kepemilikan atas sesuatu 'ain (barang atau jasa) tanpa memberi ganti, beserta pindahnya 'ain yang dihadiahkan ke tangan orang yang diberi hadiah sebagai bentuk ikram (penghormatan/memuliakan).” [Al Mausû'ah al Kuwaitiyyah, 42/252] Dalam tukar menukar hadiah tak dipersyaratkan ijab qabul. Sementara jual beli dan hibah ada syarat ijab qabul. Imam an-Nawawi dalam Minhajnya mengatakan : وشرط الهبة إيجاب وقبول لفظا ولا يشترطان في الهدية “Disyaratkan ijab qabul secara lafazh dalam akad hibah namun tidak disyaratkan dalam hadiah” [Minhaj ath-Thalibin, 1/171] Sementara Jual beli itu, وشرعا مبادلة مال بطريق الاكتساب.  “(Jual beli) menurut syariat adalah mengganti harta dengan...

TAHSIN

*TAHSIN* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Cukup lama sekali saya menunggu hasil Imtihan terakhir dari Ma'had. Setahun lebih dari hari ujian bukanlah waktu sedikit. Sempat hampir kecewa memang. Karena perjuangan selama 5 tahun mengalahkan ego diri dan berkompetisi dgn ribuan orang itu sangat keras. Bayangkan, dari sekian banyak orang hanya 13 orang yg berhasil masuk kelas Gurunda Dr. KH. Saiful Islam Mubaarak., Lc., MA. Namun, apalah arti mengetahui hasil itu, pikir saya. Toh semua ilmu yg didapat jauh lebih berharga dari selembar kertas yg tertulis nilai disana... Maka Alhamdulillah Allah  obati hati saya dan tak memikirkan itu lagi. Beruntung saya disibukkan oleh hafalan Quran. Sehingga penantian itu tak begitu menyayat bagai sembilu. Suatu hari, di waktu yg tak pernah terpikirkan sebelumnya akan bertemu sohib Ma'had di salah satu Mesjid di Bandung, saya bertemu dengannya. ...

Hukum Menanam Ari-Ari dan Menyalakan Lilin di atasnya

Pertanyaan: Ahsanallahu ilaika Ustadz. Izin bertanya. Bagaimana hukumnya mengubur ari-ari bayi yang baru lahir dan menyalakan lilin di atasnya? Syukran jaziilan. Jawaban: Bismillah. Wash shalaatu wassalaamu 'alaa Rasuulillaah. Wa Ba'du, Dimaklumi bahwa sebagian besar masyarakat awam masih mengamalkan beberapa ritual setelah melahirkan. Diantaranya sebagaimana yang disebutkan penanya, yaitu menanam ari-ari dan menyalakan lilin atau lampu di atasnya. Mari kita perhatikan keterangan para ulama mengenainya. Syamsuddin ar-Ramli mengatakan, ويسن دفن ما انفصل من حي لم يمت حالا أو ممن شك في موته كيد سارق وظفر وشعر ودم نحو فصد إكراما لصاحبها "Dan dianjurkan mengubur apa-apa yang terpisah (anggota badan) dari yang masih hidup dan belum mati dengan segera, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, dan darah semisal dari bekam atau fashdu, guna menghormati pemiliknya." [Nihayatul Muhtaj, 2/494-495: Mesir] Dari keterangan Imam ar-Ramli...