Langsung ke konten utama

Waktu Paling Utama untuk Qiyamullail (Shalat Malam)

WAKTU PALING UTAMA UNTUK QIYAMUL LAIL

سؤال:
ما هو أفضل وقت لقيام الليل؟

الجواب:
وقت القيام من صلاة العشاء إلى طلوع الفجر، وما بين العشاءين جاء في بعض النصوص، وألحقه بعض أهل العلم بوقت القيام؛ لأن ما بين العشاءين من الليل، والقيام مضاف إلى الليل، فإذا صلى بين العشاءين وهو ما بعد المغرب فقد قام من الليل، وإذا صلى بعد العشاء مباشرة فقد قام من الليل، لكن أفضل القيام ما يكون في الثلث الأخير، وقت النزول الإلهي. وأفضل القيام قيام داود –عليه السلام-: ينام نصف الليل، ثم يقوم ثلثه، ثم ينام سدسه، [البخاري: 3420]، هذا أفضل القيام كما جاء عن النبي -عليه الصلاة والسلام- في الحديث الصحيح، فأفضل الصيام صيام داود، وأفضل القيام قيام داود -عليه السلام-.

Soal :
Apakah waktu yang pling utama untuk qiyamullail (shalat malam)?

Jawaban:
Waku shalat malam itu dari ba'da isya sampai terbit fajar. Dan diantara 'isya-ain (maghrib-Isya) sebagaimana datang dari beberapa nash. Sebagian ahli ilmu memasukkannya sebagai waktu Qiyamullail (shalat malam). Karena antara 'Isya-ain (maghrib dan Isya) juga bagian dari malam, dan qiyam ini di-idhafah-kan dengan malam. Maka jika seseorang shalat antara maghrib dan isya bisa dikatakan juga ia shalat malam.

Begitu juga jika seseorang shalat setelah Isya secara langsung, maka ia pun dianggap shalat malam.

Akan tetapi yang paling utama untuk shalat malam adalah sepertiga malam terakhir, yaitu waktu turunnya Allah Ta'alaa. Dan seutama-utamanya shalat malam adalah qiyamnya Nabi Dawud 'Alaihissalaam: 'tidur setengah malam, kemudian shalat di sepertiganya, kemudian tidur di seperenamnya.' [Al-Bukhariy : 3420]. Inilah seutama-utamanya waktu shalat malam sebagaimana telah datang dari Nabi Shallallahu 'Alayhiwasallam dalam hadits shahih. Dan seutama-utamanya shiyam adalah shiyamnya Dawud, seutama-utama shalat malam adalah qiyamnya Dawud 'Alayhissalaam...

--Syaikh Abdul Karim Khudhair--
(Salah satu ulama besar Saudi Arabia)

Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh:
✍🏻 _Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perspektif Lain Mengenai Hukum Tukar Kado Anak Sekolah

Penanya: Ustadz, Apa Hukumnya tukar kado yang biasa dilakukan anak sekolah setiap akhir tahun ajaran? Jawaban: Bismillâh. Wash shalâtu wassalâmu 'alâ Rasûlillâhi, wa ba'du. Kita harus bedakan antara hadiah dan bai' (jual beli). Kalau hadiah itu, تمليك عين بلا عوض مع النقل إلى مكان الموهوب له إكراما “kepemilikan atas sesuatu 'ain (barang atau jasa) tanpa memberi ganti, beserta pindahnya 'ain yang dihadiahkan ke tangan orang yang diberi hadiah sebagai bentuk ikram (penghormatan/memuliakan).” [Al Mausû'ah al Kuwaitiyyah, 42/252] Dalam tukar menukar hadiah tak dipersyaratkan ijab qabul. Sementara jual beli dan hibah ada syarat ijab qabul. Imam an-Nawawi dalam Minhajnya mengatakan : وشرط الهبة إيجاب وقبول لفظا ولا يشترطان في الهدية “Disyaratkan ijab qabul secara lafazh dalam akad hibah namun tidak disyaratkan dalam hadiah” [Minhaj ath-Thalibin, 1/171] Sementara Jual beli itu, وشرعا مبادلة مال بطريق الاكتساب.  “(Jual beli) menurut syariat adalah mengganti harta dengan...

TAHSIN

*TAHSIN* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Cukup lama sekali saya menunggu hasil Imtihan terakhir dari Ma'had. Setahun lebih dari hari ujian bukanlah waktu sedikit. Sempat hampir kecewa memang. Karena perjuangan selama 5 tahun mengalahkan ego diri dan berkompetisi dgn ribuan orang itu sangat keras. Bayangkan, dari sekian banyak orang hanya 13 orang yg berhasil masuk kelas Gurunda Dr. KH. Saiful Islam Mubaarak., Lc., MA. Namun, apalah arti mengetahui hasil itu, pikir saya. Toh semua ilmu yg didapat jauh lebih berharga dari selembar kertas yg tertulis nilai disana... Maka Alhamdulillah Allah  obati hati saya dan tak memikirkan itu lagi. Beruntung saya disibukkan oleh hafalan Quran. Sehingga penantian itu tak begitu menyayat bagai sembilu. Suatu hari, di waktu yg tak pernah terpikirkan sebelumnya akan bertemu sohib Ma'had di salah satu Mesjid di Bandung, saya bertemu dengannya. ...

Hukum Menanam Ari-Ari dan Menyalakan Lilin di atasnya

Pertanyaan: Ahsanallahu ilaika Ustadz. Izin bertanya. Bagaimana hukumnya mengubur ari-ari bayi yang baru lahir dan menyalakan lilin di atasnya? Syukran jaziilan. Jawaban: Bismillah. Wash shalaatu wassalaamu 'alaa Rasuulillaah. Wa Ba'du, Dimaklumi bahwa sebagian besar masyarakat awam masih mengamalkan beberapa ritual setelah melahirkan. Diantaranya sebagaimana yang disebutkan penanya, yaitu menanam ari-ari dan menyalakan lilin atau lampu di atasnya. Mari kita perhatikan keterangan para ulama mengenainya. Syamsuddin ar-Ramli mengatakan, ويسن دفن ما انفصل من حي لم يمت حالا أو ممن شك في موته كيد سارق وظفر وشعر ودم نحو فصد إكراما لصاحبها "Dan dianjurkan mengubur apa-apa yang terpisah (anggota badan) dari yang masih hidup dan belum mati dengan segera, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, dan darah semisal dari bekam atau fashdu, guna menghormati pemiliknya." [Nihayatul Muhtaj, 2/494-495: Mesir] Dari keterangan Imam ar-Ramli...