Ibnul Qoyyim menulis dalam Madārijus Sālikīn,
"Jika Allah bukakan pintu2 kemudahan bagimu untuk Qiyamullail, maka janganlah kau memandang mereka yg tidur dengan pandangan meremehkan....
Jika Allah membukakan bagimu pintu-pintu kemudahan untuk Shaum, janganlah memandang mereka yg buka (karena udzur) dengan pandangan merendahkan....
Jika Allah bukakan bagimu pintu-pintu kemudahan untuk jihad, maka janganlah kau pandang lemah mereka yg duduk-duduk...
Karena betapa banyak, orang-orang yang kau remehkan itu LEBIH DEKAT pada Allah daripada dirimu!
Jika engkau bermalam dengan TIDUR sampai Shubuh menjelang dalam keadaan menyesal itu masih lebih baik daripada engkau bermalam dengan Shalat malam sampai shubuh dalam keadaan BANGGA DIRI!
Karena bangga diri itu tidak akan menaikkan amal-amal shalih!"
Rasul صلى الله عليه وسلم bersabda,
ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri”. (Riwayat at-Thobarōniy dalam Al-Awsath no 5452 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shohīhah no 1802).
Ibnul Mubārok rahimahullah berkata,
وَلاَ أَعْلَمُ فِي الْمُصَلِّيْنَ شَيْئًا شَرٌّ مِنَ الْعُجْبِ
“Aku tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sy’abul Iman no 8260).
Inilah penyakit yang tanpa sadar sering hinggap di dada sebagian besar 'Alim dan 'Abid...
Ghafarollōhu lanā...
Akhukum,
Komentar
Posting Komentar