Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

SALAH FAHAM

*BAHAYANYA SALAH FAHAM TERHADAP QAUL ULAMA* Oleh : Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar 🌿Imam Abu Hanifah berkata, هذا رأيي وهذا أحسن ما رأيت، فمن جاء برأي أحسن منه قبلناه. "Inilah pendapatku, dan inilah yg paling baik menurut penilaianku. Kalau ada orang lain menyampaikan pendapat yg lebih baik daripada pendapatku, kami akan menerimanya." 🌿Imam Malik berkata, إنما أنا بشر أصيب وأخطىء، فأعرضوا قولي على الك...

KULAIMAT IBNU HAZM

*KULAIMAT IMAM IBNU HAZM AL-ANDALUSIY TENTANG CINTA* Dikumpulkan oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Dulu, saya memandang aib rasa cinta bagi seorang santri atau aktivis dakwah. Ia saya anggap pengotor jiwa. Sampai kemudian saya tercerahkan oleh Imam Ibnu Hazm Al-Andalusiy (Imam Besar Madzhab Fiqih Dzhahiriy) terkait cinta dari kitabnya yg masyhur dan melegenda di kalangan Ahli Ilmu, *_Tauqul Hamamah_*. Dari sanalah saya menemukan penjelasan yg detil tentang cinta yg sesuai fithrah dan cinta yg syahwatiy, dsb. Disanalah saya faham mana rasa cinta yg aib, dan mana rasa cinta yg benar serta syar'iy... Sayapun akhirnya faham,  betapa romantisnya para ulama dalam mengungkapkan cinta. Bukan hanya Ibnu Hazm, Ibnul Qayyim pun pernah membahas permasalahan cinta secara mendetil. Begitupula yg lebih ekstrem lagi, As Suyuthiy pun menulis kitab yg "vulgar" tentang cinta. Sehingga bagi penuntut ilmu yg faham, permasalahan cinta tak...

TAK SELALU

*TAK SELALU* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Tak selalu.. Apa yg kita lakukan itu harus sesuai standar banyak orang. Sebab terkadang banyak orang justru mengaburkan kita dari sesuatu yg sebenarnya.. ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﻄِﻊْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻳُﻀِﻠُّﻮﻙَ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﺇِﻥْ ﻳَﺘَّﺒِﻌُﻮﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﻭ...

KABUR

*KABUR* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Jika kita perhatikan dalam kitab² tsabat atau tarjamah (biografi) para ulama, kita dapati berjejer nama guru dan nama murid tertulis. Atau kita perhatikan dalam biodata seseorang terkadang dicantumkanlah seluruh perjalanan ilmiahnya.. Kemudian datanglah para hakim dgn mengaburkan makna.. Mereka katakan itu wujud kesombongan. Jauh dari kerendahan hati. Subhaanallah.. Begitu sempit makna sombong dan rendah hati itu, hingga sesak dada kita ngos-ngosan mengejarnya. Nampaknya ia belum bisa membedakan amalan lahir dan amalan hati. Kalaulah kesombongan itu selalu tampak di lahir, maka tak akan Rasul yg mulia mendefinisikan, ﻻﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨّﺔﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﻣﺜﻘﺎﻝ...

TAHSIN

*TAHSIN* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Cukup lama sekali saya menunggu hasil Imtihan terakhir dari Ma'had. Setahun lebih dari hari ujian bukanlah waktu sedikit. Sempat hampir kecewa memang. Karena perjuangan selama 5 tahun mengalahkan ego diri dan berkompetisi dgn ribuan orang itu sangat keras. Bayangkan, dari sekian banyak orang hanya 13 orang yg berhasil masuk kelas Gurunda Dr. KH. Saiful Islam Mubaarak., Lc., MA. Namun, apalah arti mengetahui hasil itu, pikir saya. Toh semua ilmu yg didapat jauh lebih berharga dari selembar kertas yg tertulis nilai disana... Maka Alhamdulillah Allah  obati hati saya dan tak memikirkan itu lagi. Beruntung saya disibukkan oleh hafalan Quran. Sehingga penantian itu tak begitu menyayat bagai sembilu. Suatu hari, di waktu yg tak pernah terpikirkan sebelumnya akan bertemu sohib Ma'had di salah satu Mesjid di Bandung, saya bertemu dengannya. ...

ADAB LAGI

ADAB LAGI* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Saya pernah hadir di salah satu kajian di negeri antah barantah, di sebuah komunitas orang shalih insyaaAllah. Hanya saja satu waktu saya agak terkejut dibuatnya. Baru muqaddimah diucapkan sebagian besar mereka keluar barisan tanpa izin. Tak faham saya dgn sikap mereka. Mungkin di satu waktu pengisi pernah "menjahati" mereka atau tidak waLlahu a'lam. Untungnya itu tak mencuri fokus saya untuk tetap ajeg duduk di kajian. Hak mereka memang untuk "berpaling". Entah dgn alasan syar'iy atau tidak, entah memang ada agenda lain atau tidak. Saya memang tak mau sibuk mencari tahu alasannya. Toh semua akan dihisab sebagaimana mestinya. Namun yg saya heran. Tampilan mengaji, memang mestinya mencerminkan akhlaq orang mengaji. Jika tak demikian, ada yg salah dgn yg dikaji. Jika urusan adab yg terlihat remeh saja tak bisa difahami, ada yg kurang pada yg dikaji. Se...

Kenyang

*KENYANG* Oleh : *_Abu Hāzim Mochamad Teguh Azhar_* Setiap hari hampir sama. Kita membuka mata, merapal beberapa dzikir dan do'a. Terus tenggelam dalam rutinitas pagi yg melelahkan. Bahkan tak sedikit dari kita memulainya dgn bermuram dan bermasam muka. Nyaris kurang keberkahannya. Sebagian memang bisa membuka mushhaf, baca satu-dua ayat. Setelah itu "kenyang" dan beranjak pada agenda lain yg katanya "positif" juga. Dzhuhur menjelang, kenyang perut kita setelah makan. "kenyang" pula kita oleh aktivitas. Menjadilah alasan kita absen dari majelis ilmu, karena kita merasa "kenyang" dari menuntut ilmu. Ashar menawarkan harapan. Sebentar lagi kita sampai di rumah melepas penat. Berat langkah kaki kita berwudhu dan menyempurnakan shalat di awal waktu. Perasaan, hari2 lalu kita jarang terlambat shalat, maka menjadilah pemaafan untuk berleha karena kita telah "kenyang" dgn amalan shalih yg lalu. Sebagian kita bergelut dgn tugas2...